Thursday, January 11, 2018
Home > Pemain > Pemain Judi Poker Profesional Asal ASIA

Pemain Judi Poker Profesional Asal ASIA

Bermain poker

Permainan Poker sudah menjadi game yang sangat terkenal di seluruh dunia. Apalagi sejak internet dapat diakses dengan sangat mudah di seluruh dunia, perkembangan Poker Online juga semakin marak. Banyak pemain-pemain bagus dengan bakat yang menawan muncul dari beragam belahan bumi.

Beberapa orang mungkin menganggap permainan poker, khususnya Poker Online hanya sebagai penyaluran hobi mereka dalam bermain kartu. Mereka tidak menjadikan poker sebagai tempat untuk mencari nafkah. Tetapi ada juga yang orang-orang yang lebih serius dalam menyikapi permainan Poker Online, mereka menjadikan Poker Online sebagai ajang berlatih dan sebagai pijakan awal untuk meniti karir sebgai pemain poker profesional.

Dengan jumlah penduduk yang sangat besar, Indonesia memiliki banyak sekali pemain poker yang hAndal. Mungkin Anda termasuk salah satu pemain yang handal terebut. Hanya saja, masih sedikit sekali pemain poker profesional yang berasal dari Indonesia. Paling tidak, sampai saat ini hanya ada dua pemain poker profesional asal Indonesia yang telah mengukir karir gemilang di kancah dunia. Siapa mereka?

Berikut Nama Pemain Judi Poker Ternama di Asia:

  1. John JuAnda

Nama John JuAnda adalah nama pertama yang muncul jika kita membaha tentang pemain Judi Poker Online Profesional asal Indonesia. Sampai saat ini mungkin belum ada pemain poker asal Indonesia yang dapat melebihi prestasi John JuAnda. Bisa dikatakan bahwa John JuAnda adalah Dewa Judi Poker asal Indonesia. Hal itu karena, sampai saat ini, John JuAnda adalah orang Indonesia yang paling sukses dalam meniti karir sebagai pemain poker profesional tingkat dunia. John JuAnda telah memenangkan total hadiah senilai $15.110.000 selama perjalanan karir prefesionalnya. Pria kelahiran Medan, 8 Juli 1971 ini telah menyabet 5 gelar WSOP, World Series of Poker. Pada tahun 2012, John JuAnda berhasil meraih peringkat ke-lima dalam tantangan Macau High dan mendapat hadiah uang senilai $1.640.000. itu adalah nilai terbesar sepanjang perjalanan karir John JuAnda di dunia poker profesional.

  1. Darus Suharto

Darus Suharto memulai karirnya di dunia poker dari permainan Judi Poker Online di Indonesia. Nama Darus Suharto mulai dikenal dan diperhitungkan sejak Darus meraih posisi ke-6 dalam pertandingan poker tingkat dunia, WSOP, di tahun 2008. Saat itu, WSOP dimenangkan oleh Peter Eastgate.

Sebagian besar kekayaan yang dimiliki oleh Darus Suharto didapatnya dari hasil bermain Judi Poker Online di berbagai situs Poker Online. Meski sudah berhasil melangkah jauh dalam kompetisi poker tingkat dunia, Darius Suharto menganggap karirnya di dunia poker hanya sebagai hobi di waktu luang saja. Total uang yang telah berhasil didapatkan oleh Darius Suharto dari berbagai turnamen poker yang diikutinya adalah $2.500.000.

Kesibukan utama pria kelahiran tahun 1968 ini adalah bekerja sebagai seorang Akuntan Publik di Otario, Kanada. Namun ada satu hal yang sangat disayangkan, Darius Suharto saat ini sudah menjadi warga negara Kanada.

Tidak banyak memang pemain poker dunia yang berasal dari Poker Online di Indonesia. Kedua tokoh di atas semoga dapat menjadi inspirasi para Pemain Poker Online di Indonesia sehingga dapat mengikuti jejak mereka dalam meraih kesuksesan. Dengan kerja keras serta latihan di berbagai situs Poker Online, Anda memiliki peluang untuk meraih kesuksesan sebagai pemain poker profesional.

Masih dari Asia, kali ini kami akan membahas pemain judi poker  dari Vietnam. Kakak beradik yang bernama Din dan Hac yang bernama belakang Dang keturunan Vietnam menjadikan permainan poker di Internet sebagai profesi dan memenangkan jutaan dolar.  Menghabiskan semua tabungan untuk berjudi kartu merupakan hal yang menakutkan banyak orang. Namun bagi kakak beradik Dang, bertaruh dengan uang ratusan ribu atau bahkan jutaan dollar dalam permainan poker di Internet sudah seperti pekerjaan.

“Ini bukan judi, tapi lebih ke rutinitas,” ujar Di, 28, sang abang. “Permainannya sangat perlu strategi dan berdasarkan angka. Kami berjudi selayaknya orang-orang berinvestasi dalam real estate atau pasar modal. Mereka membeli banyak dan mendapatkan 55 sampai 60 persen dari investasi.  Untuk jangka panjang, kemenangan itu akan menutupi kekalahan dan malah untung. Kami menang 55 sampai 60 persen dari permainan kami.”

Kedua saudara keturunan Vietnam itu mulai bermain poker daring (online) ketika masih kuliah di jurusan teknik Universitas Virginia. Taruhan awal masih sedikit, sampai mereka kemudian sadar bahwa mereka cukup mahir memainkannya.

Awalnya mereka membuka akun berisi 200 dolar Amerika, dan langsung kalah. Kemudian mereka memutuskan mencoba bertaruh 200 dolar dan “tidak pernah berhenti sejak itu,” ujar Hac, yang memakai nama “trex313” di dunia judi online.  “Kami mendapat 10 dolar per jam dari bermain poker. Di mulai menghasilkan 15 dolar, dan itu membuat saya ingin lebih baik, dan begitu seterusnya, menggelinding seperti bola salju,” ujar Hac.

Bekerja bersama-sama, keduanya menghasilkan uang lebih banyak dari teman kuliah yang bekerja paruh waktu menjadi pelayan, misalnya. Dan uang kemenangan terus menumpuk. Tiba-tiba saja uang di rekening bank mereka sudah mencapai 100.000 dolar. Pada satu liburan musim semi, kakak beradik pemain judi poker ini memenangkan 40.000 dolar dan segera saja uang mereka terkumpul 500.000 dolar.

Keduanya mengaku poker mengganggu kuliah mereka. Di memerlukan lima tahun untuk lulus, atau setahun lebih lama dari seharusnya, dan Hac hampir tidak lulus satu mata kuliah yang ia perlukan untuk lulus tepat waktu.

Meski belajar berjudi dari lingkungan keluarga, kedua orangtua mereka, yang berimigrasi ke Amerika Serikat dari Vietnam pada 1975, tidak mendukung keputusan mereka untuk menjadikan poker sebagai profesi.

Keluarga besar mereka pun tidak senang dengan kebiasaan itu. Tak lama setelah lulus kuliah, kakak beradik itu datang ke sebuah pertemuan keluarga dan mendapat banyak pertanyaan mengenai apa yang akan mereka lakukan setelah lulus. Ketika mereka mengatakan bahwa mereka akan berjudi secara professional, para kerabat menganggap pilihan itu tidak baik.

Namun pada akhirnya orangtua dan keluarga besar mereka mengerti, barangkali karena pada kenyataannya Hac dan Di sangat mahir dalam melakukan pekerjaan mereka. Keduanya membelikan orangtua mereka rumah di pinggiran Virgnia, Washington DC, serta sebuah rumah lagi untuk kakek dan nenek mereka.

Uang hasil bermain poker tersebut juga memungkinkan sang ayah untuk pensiun dini sebagai pegawai negeri. “Rasanya senang karena orangtua kami telah bekerja sangat keras untuk keluarga,” ujar Di.

Sementara keduanya masih mahir bermain poker, ada tanda-tanda bahwa mereka mungkin akan berhenti. Salah satu faktornya adalah karena judi Internet mulai dilarang di Amerika. Pada 2006, Kongres meloloskan Undang-Undang Anti Judi Internet (Unlawful Internet Gambling Enforcement Act), yang member batasan yang ketat untuk judi daring. Pada April 2011, pemerintah menutup tiga situs poker paling terkenal di dunia.

Hal ini mendorong kedua saudara itu untuk tinggal di Vancouver, Kanada, di mana Hac sering pergi untuk bermain poker daring. Di juga sering bepergian ke pusat perjudian Asia di Macau, dan keduanya secara rutin mengunjungi Las Vegas.

Krisis ekonomi juga membuat jumlah uang kemenangan berkurang, ujar abang adik tersebut. Selain itu, seiring berkembangnya permainan, tidak banyak lagi “ikan” di laut, dan sisanya adalah pejudi-pejudi terampil yang membuat kedua bersaudara itu makin sulit memenangkan uang dengan jumlah besar